dyahwu's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Manual Lilin

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat

Program Kemitraan Masyarakat

Edukasi JELANTAH menjadi LILIN

 

Oleh:

Dyah Wulandani

Divisi Teknik Energi Terbarukan

Departemen Teknik Mesin dan Biosistem

Fakultas Teknologi Pertanian – LPPM – IPB  dan  J4C (Jelantah for Change)

2020

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan. Kementerian dan Riset Teknologi / Bidang Riset Inovasi Nasional. Sesuai dengan kontrak Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat No. 001/SP2H/PPM/DRM/2020 Tanggal 20 Maret 2020.

 

TUJUAN :

Membuat LILIN dari minyak jelantah

ALAT yang diperlukan :
  • Panci stainless steel
  • Kompor
  • Pengaduk kayu
  • Gelas ukur 1 liter
  • Wadah plastik (2-4 buah)
  • Timbangan (kapasitas 1 kg ketelitian 0.1 g)
  • Cetakan lilin
  • Sumbu katun
  • Lidi (tusuk sate) dan korek api
BAHAN yang diperlukan untuk lilin padat :
BAHAN Satuan Resep 1 Resep 2 Resep 3
Minyak mL 150 210 300
Stearin g 50 70 100
Pewarna  Secukupnya
Pewangi/ aromaterapi  Secukupnya
Tahap Pembuatan LILIN padat :
  • Siapkan alat & bahan.
  • Siapkan cetakan lilin.
  • Ukur minyak dan stearin sesuai resep. Stearin dapat ditambahkan untuk menghasilkan lilin yang lebih padat.
  • Panaskan minyak pada suhu 70oC.
  • Aduk-aduk hingga larut.
  • Bagi dalam beberapa wadah untuk diberi warna yang berbeda. Setelah suhu turun, tambahkan pewangi/aromaterapi.
  • Ikat sumbu pada tusuk sate, lalu bagian bawahnya terjulur ke dalam cetakan.
  • Masukkan lilin ke dalam cetakan.
  • Dinginkan dan diamkan selama 24 jam hingga lilin mengeras.
  • Nyalakan lilin.
Tahap Pembuatan LILIN cair :
  • Siapkan gelas bening.
  • Masukkan batu hias ke dalam gelas (kira-kira setinggi 2 cm).
  • Masukkan air ke dalam gelas hingga setengahnya.
  • Bila air ingin diwarnai, masukkan pewarna (kertas krep). Lalu tuangkan minyak ke dalam gelas.
  • Pasangkan tusuk sate/lidi ke dalam gelas yang berfungi sebagai sumbu. Bisa juga menggunakan sumbu yang dililitkan pada lidi.
  • Agar sumbu tetap tegak, tambahkan batu hias.
  • Nyalakan lilin.

Manual Sabun Padat

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat

Program Kemitraan Masyarakat

Edukasi JELANTAH menjadi SABUN PADAT

 

Oleh:

Dyah Wulandani

Divisi Teknik Energi Terbarukan

Departemen Teknik Mesin dan Biosistem

Fakultas Teknologi Pertanian – LPPM – IPB  dan  J4C (Jelantah for Change)

2020

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan. Kementerian dan Riset Teknologi / Bidang Riset Inovasi Nasional. Sesuai dengan kontrak Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat No. 001/SP2H/PPM/DRM/2020 Tanggal 20 Maret 2020.

 

METODE pembuatan sabun menggunakan cold process.

Bahan dan Alat :
No BAHAN ALAT
1 Minyak (Jelantah sawit) + minyak kelapa+ minyak zaitun Mangkok stainless steel
2 Air murni (Cleo) Sendok stainless steel
3 NaOH (soda api) Wadah plastik
4 Pewangi Sendok plastik
5 Pewarna Cetakan sabun
CARA  pembuatan sabun padat :

Data resep pembuatan sabun padat (batang)

RESEP 1. Sifat sabun : keras, kurang berbusa, kering

No Bahan Jumlah satuan %
1 Minyak jelantah (sawit) 300 g 100
2 NaOH 40.5 g 5
3 Aquades 81.1 g 5
4 Pewangi 3 tetes
5 Pewarna secukupnya

RESEP 2. Sifat sabun : keras, kurang berbusa, kering

No Bahan Jumlah Satuan %
1 Minyak jelantah (sawit) 100 g 100
2 NaOH 13.5 g 5
3 Aquades 38 g 5
4 Pewangi 3 tetes
5 Pewarna secukupnya

RESEP 3. Sifat sabun : keras, berbusa, kering

No Bahan Jumlah Satuan %
1 Minyak jelantah (sawit) 225 g 70
2 Minyak kelapa 60 g 20
3 Minyak zaitun 15 g 10
4 NaOH 42 g 5
5 Aquades 114 g 5
6 Pewangi 3 tetes
7 Pewarna secukupnya

RESEP 4. Sifat sabun: keras, busa melimpah, kering

No Bahan Jumlah Satuan %
1 Minyak jelantah (sawit) 210 g 65
2 Minyak kelapa 75 g 25
3 Minyak zaitun 15 g 10
4 NaOH 43 g 5
5 Aquades 114 g 5
6 Pewangi 3 tetes
7 Pewarna secukupnya
PROSEDUR :
  1. Gunakan sarung tangan dan kaca mata (Hati-hati, NaOH adalah basa kuat yang berbahaya jika terkena kulit. Segera lumuri asam cuka jika terkena kulit).
  2. Siapkan 2 atau 3 wadah kecil untuk mewarnai sabun.
  3. Siapkan cetakan sabun.
  4. Timbang masing-masing dalam wadah yang berbeda : minyak, NaOH, dan air sesuai dengan resep yang ingin dibuat.
  5. Masukkan NaOH ke dalam air (tidak boleh terbalik), lalu diaduk sampai NaOH larut.
  6. Setelah larut, tuang no. 5 ke dalam minyak. Lalu aduk terus hingga kalis (kental dan meninggalkan jejak bila diaduk).
  7. Bagi adonan sabun menjadi 2 atau 3 bagian dengan warna yang berbeda.
  8. Cetak sabun dengan kreasi warna.
  9. Diamkan hingga 24 jam. Lepaskan dari cetakan. Lalu diangin-anginkan selama 1 bulan.
  10. Sebelum sabun digunakan, tes dulu pH sabun dengan cara larutkan sabun dengan air, lalu tempelkan kertas lakmus. Jika tidak berubah warna (netral), maka sabun aman digunakan.
  11. Sabun siap dikemas atau digunakan.

Manual Biodiesel

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat

Program Kemitraan Masyarakat

Edukasi JELANTAH menjadi BIODIESEL

Oleh :

Dyah Wulandani

Divisi Teknik Energi Terbarukan

Departemen Teknik Mesin dan Biosistem

Fakultas Teknologi Pertanian – LPPM – IPB  dan  J4C (Jelantah for Change)

2020

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan. Kementerian dan Riset Teknologi / Bidang Riset Inovasi Nasional. Sesuai dengan kontrak Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat No. 001/SP2H/PPM/DRM/2020 Tanggal 20 Maret 2020.

TUJUAN :

Membuat biodiesel dari minyak jelantah.

BIODIESEL

Apakah biodiesel itu? Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang berasal dari minyak (tumbuhan/hewan) yang memiliki sifat mirip dengan solar. Biodiesel dapat menggantikan solar atau dapat dicampur dengan solar (B20). B20 artinya 20 % biodiesel & 80 % solar. Biodiesel yang diproduksi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia : 7182-2015. Nilai parameter mutu biodiesel ditunjukkan pada Tabel 1.

Pada biodiesel yang belum dimurnikan (atau tidak memenuhi standar), maka dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah. Disarankan menggunakan kompor semawar atau kompor bertekanan. Karena viskositas biodiesel lebih besar darai pada minyak tanah, maka daya kapilaritas biodiesel pada sumbu kompor lebih kecil dibandingkan minyak tanah. Penggunaan biodiesel pada kompor sumbu memerlukan modifikasi kompor dengan memperpendek pipa penyalur.

Tabel 1.  Standar Nasional Indonesia untuk Biodiesel (SNI : 7182-2015)

NO PARAMETER MUTU NILAI SATUAN
1 Massa jenis pada 40oC 850-890 kg/m3
2 Viskositas kinematik pada 40oC 2.3 – 6.0 mm2/s (cSt)
3 Angka setana min 51
4 Titik nyala (mangkok tertutup), min 100 oC
5 Titik kabut, maks 18 oC
6 Residu karbon, maks 0.05 % massa
7 Kadar air & sedimen, maks 0.05 % volume
8 Suhu distilasi 90%, maks 360 oC
9 Abu tersulfatkan, maks 0.02 % massa
10 Belerang, maks 50 mg/kg
11 Fosfor, maks 4 mg/kg
12 Angka asam, maks 0.5 mg-KOH/g
13 Gliserol bebas, maks 0.02  % massa
14 Kadar metil ester, min 96.5 % massa
15 Angka Iodium, maks 115 % massa

(g-I2/100g)

16 Monogliserida, maks 0.8 % massa
ALAT yang diperlukan :
  • Kabel & sumber aliran listrik
  • Reaktor biodiesel (silinder dengan pemanas & pengaduk)
  • Gelas ukur 100 mL
  • Timbangan (kapasitas 1 kg ketelitian 0.1 g)
  • Pengaduk kaca
  • Corong pisah & dudukannya
  • Corong gelas
  • Wadah plastik penampung biodiesel (4 buah)
  • Botol tempat biodiesel
BAHAN yang diperlukan :

Bahan utama

BAHAN Satuan Resep 1 Resep 2 Resep 3
Minyak mL 2000 2500 3000
Metanol mL 498 623 747
KOH g 27 34 40
TOTAL mL 2525,0 3156,2 3787,5

Bahan pendukung

  • Sarung tangan
  • Masker
  • Kaca mata kimia (googles)
  • Cuka (sebagai penawar katalis bila terkena kulit)
PERINGATAN !!
  • Metanol adalah cairan beracun, mudah menguap pada suhu ruang. Bila terhirup ketika bernafas, dapat merusak paru-paru. Bila mengenai mata dapat menimbulkan kebutaan. Segera basuh mata dengan air. Gunakan kaca mata kimia.
  • Segera minum susu setelah kontak dengan metanol dalam waktu lama.
  • KOH dan NaOH adalah basa kuat, dapat menimbulkan iritasi pada kulit (gatal/mengelupas), mudah bereaksi dengan air (uap air di udara), berasap bila dibiarkan terpapar udara (lembab).
  • Segera olesi cuka bila KOH atau NaOH terkena kulit.
TAHAP PEMBUATAN BIODIESEL

Tahap pembuatan biodiesel dibagi dalam 3 tahap: Tahap persiapan, tahap reaksi, dan tahap pemurnian.  Tahap reaksi memerlukan waktu sekitar 60 menit untuk menghasilkan reaksi sempurna.  Sedangkan tahap pemurnian memerlukan waktu 48 jam agar dihasilkan biodiesel sesuai standar (SNI: 7182-2015).

  1. Tahap Persiapan (Resep 1)
  • Siapkan alat & bahan.
  • Pergunakan sarung tangan karet dan masker serta kaca mata kimia.
  • Ukur voume metanol dengan gelas ukur sebanyak 500 mL. Pindahkan ke gelas erlenmeyer
  • Timbang KOH sebanyak 27 g.
  • Masukkan KOH ke dalam metanol. Kocok/aduk hingga larut (disebut sebagai larutan metoksida).
  • Ukur volume minyak jelantah 2 L.
  1. Tahap Reaksi
  • Panaskan minyak di dalam reaktor pada suhu 60-65oC. Setelah suhu tercapai, masukkan larutan metoksida ke dalam minyak.  Pertahankan suhunya pada 60-65oC dan pengadukan 150-230 rpm, hingga 60 menit.
  • Setelah 60 menit, reaksi selesai. Setelah suhu mendingin (50oC), biodiesel dapat dikeluarkan dari reaktor.
  • Hasil reaksi akan membentuk 2 lapisan : lapisan atas adalah biodiesel, lapisan bawah sisa minyak & metanol, katalis, dan gliserol.
  1. Tahap Pemurnian
  • Pisahkan biodiesel dari lapisan tersebut.
  • PENGUAPAN METANOL : Selanjutnya biodiesel dimurnikan dengan cara dipanaskan, agar metanol menguap. Metanol yang menguap sebaiknya ditampung & diembunkan agar tidak mengotori udara (karena metanol adalah racun).
  • PENCUCIAN : Masukkan air sejumlah volume biodiesel ke dalam biodiesel. Aduk. Lalu diamkan selama 1 jam.
  • Terdapat 2 lapisan, lapisan atas adalah biodiesel, lapisan bawah adalah air. Pisahkan biodiesel dari air. Ulangi prosedur pencucian jika pH air belum mencapai 7.
  • PENGERINGAN : Panaskan biodiesel pada suhu 90oC untuk menguapkan air dari biodiesel.
  • Biodiesel murni memiliki warna lebih jernih dan lebih encer dibandingkan minyak.
  • Tes kemurnian biodiesel. Uji kemurnian biodiesel dapat dilakukan oleh Lembaga Uji yang tersertifikasi atau dilakukan sendiri dengan mengikuti acuan metode dalam SNI : 7182-2015.
CATATAN :
  • Biodiesel yang tidak sesuai dengan SNI : 7182-2015, bila digunakan untuk mesin statis (truk/mobil) maupun dinamis (genset diesel) dapat merusak mesin.
  • Biodiesel mempunyai sifat seperti solar, tidak boleh dicampur dengan bensin (premium/pertalite) untuk mesin bensin, karena dapat merusak mesin bensin.
  • Biodiesel yang belum dimurnikan dapat menggantikan minyak tanah.

 

Contact Person:

Dr.Ir. Dyah Wulandani, MSi.

Divisi Teknik Energi Terbarukan

Departemen Teknik Mesin dan Biosistem – FATETA – IPB

E-mail: dwulandani@yahoo.com

© 2021 dyahwu's blog

Theme by Anders NorenUp ↑